Langsung ke konten utama

WELCOME


“Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh”

Bismillah, wa ‘ala millati rosulillah, ‘amma ba’dah

Seiring berkembangnya technology, kini semakin banyak instansi-isntansi maupun individu yang memanfaatkan dunia maya. Baik sebagai tempat berbagi, bercengkrama, bersosialisasi, belajar bahkan bisnispun kini bisa dilakukan di dunia maya.

Melihat kondisi yang demikian, kamipun sebagai calon sarjana hukum, sebagai "agen of change" tak mau tertinggal dan terpuruk dalam ke-kuno-an, karnanya kami mulai mecoba untuk memanfaatkan dunia maya. baik sebagai sarana komunikasi, sosialisasi dan tentunya, "pendidikan".

Dengan bermodalkan “basmalah” kami mulai mencoba menekuni kegiatan ini. Tak banyak yang bisa kami berikan melalui blog ini. Namun, ada satu hal yang pasti ada di sini, yaitu “Kenangan”.

Di sini kami hanya memosting goresan-goresan memori tentang study kami di kampus hijau STAIN Ponorogo. Dan memori-memori itu tak kan pernah terbesit dalam angan kami tanpa adanya semua pihak yang telah membimbing kami, membantu kami, baik berupa dukungan, ilmu, tenaga, dan banyak hal lainnya.

Di sisi lain kami hanya mampu berterima kasih dan tiak mampu membalas semua itu. Namun, kami juaga manusia biasa, yang tak pernah luput dari dosa dan hilaf. Karenaya, kami tak segan-segan untuk meminta kritik dan saran dari semua pihak yang berkenan untuk memberikan saran dan masukannya kepada kami.

Akhir kata “wa billahi taufiq wal hidayah, wassalamu ‘alaikum warohmatullohi wa barokatuh

Ponorogo, 1 Januari 2013

Waka Smu “C”

Postingan populer dari blog ini

Budaya Kekerasan

Oleh: Agus Prasetyo Kita semua setuju bahwa budaya kekerasan tidak baik.Ledakan bom di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton adalah bentuk budaya kekerasan. Oleh karena itu semua orang (kecuali teroris tentunya) mengutuknya. Namun pernahkah kita berpikir bahwa budaya kekerasan telah menyelinap masuk demikian jauh dalam kehidupan kita sehari-hari? Bentuk-bentuk umum dari kekerasan adalah perang, atau bentrokan antara demonstran dengan polisi atau peristiwa penggusuran. Ada baiknya kita mulai berpikir apakah tindakan kita termasuk bentuk kekerasan atau tidak. 1. Dalam Masyarakat Tindakan penggusuran tentu diamini adalah bentuk kekerasan. Namun pernahkah kita berpikir bahwa perilaku berkendaraan yang buruk di jalan seperti menyalip atau melanggar lampu merah adalah juga bentuk kekerasan? Perilaku bunuh diri juga merupakan bentuk kekerasan yang ditujukan pada diri sendiri. 2. Dalam Pendidikan Syarat kelulusan yang sebetulnya baik sering dipakai sebagai dalih untuk beban keuangan tambahan ...

Saksi Bisu Pengorbanan Guru

Sebuah rumah reyot berdiri di pinggir desa kecil ibu kota. Tak banyak kendaraan yang lewat. Paling-paling yang ada hanya becak dan angkutan umum kecil. Satu jam, satu angkot. Rumah reyot itu keadaannya sudah lama tak terurus. Penghuninya sudah meninggalkan dia menuju ke Ibu kota. Yang menjadi temannya adalah angin, burung-burung kecil yang berkicau juga suara deru mesin kendaraan bermotor ketika ada yang melintasi jalanan penuh batu. Dia merasa kesepian. Tulisan ‘RUMAH DIJUAL’ yang tulisannya sudah hampir tak terbaca lagi itu tetap berdiri mendampinginya di bagian depan meski agak rapuh jua. Dia menanti tuannya yang baru. Dia terus menanti.. menanti.. sampai akhirnya penantian panjang itu membuahkan hasil. Sebuah kendaraan bermotor terparkir di depan rumah. Awalnya, rumah pikir bahwa kendaraan bermotor itu adalah kendaraan yang hanya sekedar markir karena mogok di jalanan. Tapi, nyata tidak. Ia berusaha menilik kembali dari celah-celah rimbunnya dahan pepohonan tua yang menghalangi pe...

Menungangi Tragika

Anda ingin lebih kreatif dan tampil impresif? Salah satu kiatnya adalah tunggangi tragika. Daripada tragika yang biasa-biasa saja, akan lebih hebat Anda bila menunggangi tragika dari sesuatu yang memang hebat, luar biasa. Aneh sekali, Kamus Besar Bahasa Indonesia terlengkap karya Pusat Bahasa pun tak memuat kata “tragika”. Tesaurus Bahasa Indonesia karya Eko Endarmoko juga tidak. Kita hanya punya “tragedi”, yaitu gaya sastra dengan warna utama kesedihan. Kata sifat yang kita punya adalah “tragis”, menyedihkan. Kata tragika merupakan turunan dari bahasa Latin, tragicus, kata sifat yang artinya menyedihkan, membikin duka. Jadi tragika adalah hal-hal yang menyedihkan. Tragika adalah kejadian atau keadaan, boleh juga nasib atau fakta runyam, suatu kemalangan atau keterpurukan yang mengenaskan. Banyak kejadian tragis yang tak terlalu dibutuhkan kecerdasan kita untuk segera menemukannya. Sebut saja peristiwa bencana atau kecelakaan. Sebut saja itu tragika yang langsung kasat mata. Kita b...