Langsung ke konten utama

Outline Ilmu Hukum

Mata Kuliah    : Ilmu  Hukum
Jurusan            : Syariah
Bobot              : Dua (2 SKS)
Pengajar          : Muhammad Shohibul Itmam, M.H
Kompetensi     : Mahasiswa dapat memahami hal-hal pokok dalam ilmu hukum dan tata hukum sebagai modal dasar  mempelajari berbagai bidang ilmu hukum  dan tata hukum yang lebih luas.

Topik Utama

No
Topik

Presentator
Hari/ tgl/ bln
Keterangan
Nilai
1
Ruang Lingkup Ilmu Hukum
1.ahmad zain anwar f
2.muhammad hafidz
3. carina purwanto
4.tyas rahmawati



2
Sumber- Sumber Hukum Formil Dan Mareiil
1.
2.
3.



3
Aliran- Aliran Dalam Ilmu Hukum
1.
2.
3.



4
Lapangan Hukum (Pembedaan Hukum)
1.
2.
3.



5
Penemuan Hukum dan Interpretasi Hukum
1.
2.
3.



6
Bidang- bidang Study Hukum
1.
2.
3.



7
Penegakan Hukum
1.
2.
3.



8
Pelaksanaan Hukum
1.
2.
3.




Referensi:

-          Bakri, Meramu Hukum Positif  Indonesia, Malang: Fakultas Hukum Brawijaya, 1992
-          Kansil, Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum di Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1989
-          Samidjo, Pengantar Hukum Indonesia, Bandung, Armico, 1985
-          Riduan Syahrani, Rangkuman Intisari Ilmu Hukum, Bandung: Citra Aditya Bakti, 1989
-          Darji Darmodihaarjo, Pokok- pokok Filsafat Hukum, Jakarta: Gramedia, 1999
-          Satjipto Raharjo, Ilmu Hukum, Bandung: Citra Aditya Bankti, 1982
-          Apeldorn. Pengatar Ilmu Hukum, Jakarta: Pradniya Paramita, 1990
-          Sudikno Mertokusumo, Mengenal Hukum (Suatu Pengantar), Yogyakarta: Liberty, 1995
-          Soerjono Soekanto, Suatu Tinjauan Sosiologi Hukum terhadap Masalah Sosial, Bandung; Citra Aditya bakti, 1989

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Budaya Kekerasan

Oleh: Agus Prasetyo Kita semua setuju bahwa budaya kekerasan tidak baik.Ledakan bom di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton adalah bentuk budaya kekerasan. Oleh karena itu semua orang (kecuali teroris tentunya) mengutuknya. Namun pernahkah kita berpikir bahwa budaya kekerasan telah menyelinap masuk demikian jauh dalam kehidupan kita sehari-hari? Bentuk-bentuk umum dari kekerasan adalah perang, atau bentrokan antara demonstran dengan polisi atau peristiwa penggusuran. Ada baiknya kita mulai berpikir apakah tindakan kita termasuk bentuk kekerasan atau tidak. 1. Dalam Masyarakat Tindakan penggusuran tentu diamini adalah bentuk kekerasan. Namun pernahkah kita berpikir bahwa perilaku berkendaraan yang buruk di jalan seperti menyalip atau melanggar lampu merah adalah juga bentuk kekerasan? Perilaku bunuh diri juga merupakan bentuk kekerasan yang ditujukan pada diri sendiri. 2. Dalam Pendidikan Syarat kelulusan yang sebetulnya baik sering dipakai sebagai dalih untuk beban keuangan tambahan ...

Saksi Bisu Pengorbanan Guru

Sebuah rumah reyot berdiri di pinggir desa kecil ibu kota. Tak banyak kendaraan yang lewat. Paling-paling yang ada hanya becak dan angkutan umum kecil. Satu jam, satu angkot. Rumah reyot itu keadaannya sudah lama tak terurus. Penghuninya sudah meninggalkan dia menuju ke Ibu kota. Yang menjadi temannya adalah angin, burung-burung kecil yang berkicau juga suara deru mesin kendaraan bermotor ketika ada yang melintasi jalanan penuh batu. Dia merasa kesepian. Tulisan ‘RUMAH DIJUAL’ yang tulisannya sudah hampir tak terbaca lagi itu tetap berdiri mendampinginya di bagian depan meski agak rapuh jua. Dia menanti tuannya yang baru. Dia terus menanti.. menanti.. sampai akhirnya penantian panjang itu membuahkan hasil. Sebuah kendaraan bermotor terparkir di depan rumah. Awalnya, rumah pikir bahwa kendaraan bermotor itu adalah kendaraan yang hanya sekedar markir karena mogok di jalanan. Tapi, nyata tidak. Ia berusaha menilik kembali dari celah-celah rimbunnya dahan pepohonan tua yang menghalangi pe...

Menungangi Tragika

Anda ingin lebih kreatif dan tampil impresif? Salah satu kiatnya adalah tunggangi tragika. Daripada tragika yang biasa-biasa saja, akan lebih hebat Anda bila menunggangi tragika dari sesuatu yang memang hebat, luar biasa. Aneh sekali, Kamus Besar Bahasa Indonesia terlengkap karya Pusat Bahasa pun tak memuat kata “tragika”. Tesaurus Bahasa Indonesia karya Eko Endarmoko juga tidak. Kita hanya punya “tragedi”, yaitu gaya sastra dengan warna utama kesedihan. Kata sifat yang kita punya adalah “tragis”, menyedihkan. Kata tragika merupakan turunan dari bahasa Latin, tragicus, kata sifat yang artinya menyedihkan, membikin duka. Jadi tragika adalah hal-hal yang menyedihkan. Tragika adalah kejadian atau keadaan, boleh juga nasib atau fakta runyam, suatu kemalangan atau keterpurukan yang mengenaskan. Banyak kejadian tragis yang tak terlalu dibutuhkan kecerdasan kita untuk segera menemukannya. Sebut saja peristiwa bencana atau kecelakaan. Sebut saja itu tragika yang langsung kasat mata. Kita b...