Langsung ke konten utama

QS. Al-Māidah: 6


BERSUCI DARI HADAST
(QS. Al-Māidah: 6)
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas matakuliah “Tafsir Ahkam




قُمْتُمْ
إِذَا
آمَنُوا
الَّذِينَ
يَا أَيُّهَا

berdiri mengerjakan
apabila
mereka beriman
orang-orang yang
wahai



وَأَيْدِيَكُمْ
وُجُوهَكُمْ
فَاغْسِلُوا
الصَّلَاةِ
إِلَى

dan tangan kalian
muka kalian
maka basuhlah
salat
kepada untuk



وَأَرْجُلَكُمْ
بِرُءُوسِكُمْ
وَامْسَحُوا
الْمَرَافِقِ
إِلَى
dan kaki-kaki kalian
dengan/pada kepala kalian
dan sapulah
siku-siku
sampai


جُنُبًا
كُنْتُمْ
وَإِنْ
الْكَعْبَيْنِ ۚ
إِلَى

Ber-junub
kalian adalah
dan jika
kedua mata kaki
sampai



عَلَى
أَوْ
مَرْضَى
كُنْتُمْ
وَإِنْ
فَاطَّهّرُوا ۚ

atas/dalam
atau
sakit
kalian adalah
dan jika
maka bersucilah kalian



مِنَ
مِنْكُمْ
أَحَدٌ
جَاءَ
أَوْ
سَفَرٍ

dari tempat
diantara kalian
seorang
datang
atau
perjalanan



تَجِدُوا
فَلَمْ
النِّسَاءَ
لَامَسْتُمُ
أَوْ
الْغَائِطِ

kalian mendapat
maka tidak
perempuan
kalian menyentuh
atau
buang air



فَامْسَحُوا
طَيِّبًا
صَعِيدًا
فَتَيَمَّمُوا
مَاءً

maka usaplah
baik/bersih
debu/tanah
maka bertayammumlah kalian
air



مَا
مِنْهُ ۚ
وَأَيْدِيكُمْ
بِوُجُوهِكُمْ

tidak
dari padanya (tanah)
dan tangan-tangan kalian
dengan/pada muka kalian



مِنْ
عَلَيْكُمْ
لِيَجْعَلَ
اللَّهُ
يُرِيدُ

Dari
atas kalian
untuk menjadikan
Allah
menghendaki



لِيُطَهِّر كُمْ
يُرِيد
وَلَكِنْ
حَرَجٍ

untuk membersihkan kalian
Dia menghendaki
akan tetapi
kesempitan/kesulitan



تَشْكُرُونَ
لَعَلَّكُمْ
عَلَيْكُمْ
نِعْمَتَهُ
وَلِيُتِمَّ
bersyukur
supaya kalian
atas kalian
nikmat-Nya
dan untuk sempurnakan




[1] Tim penyusun, al-Quran dan Tarjamahan Perkata (Bandung: Syamil Cipta Media, 2007), 108.
 Download Makalah Lengkap, Klik di Sini!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ditooo… Apa Lagi (Part 2)

Bbrrr… pagi yang dingin, hujan rintik-rintik menghiasi suasana pagi dari balik jendela kaca kamar Dito. Dito terduduk di tepi tempat tidurnya dengan masih terkantuk-kantuk, sembari menguap beberapa kali Dito melangkah ke kamar mandi, mencuci muka, lalu langsung cabut dari kamar mandi. Dingin… buat males mandi aja nih, akhirnya Dito memutuskan ke kantor tanpa mandi (hiii… jorok). Setelah urusan badan selesai (cuci muka dan berganti pakaian) dan menyemprotkan body spray cukup banyak ke badannya, Dito bergegas menuju ruang makan. Disana Bik Ipah sudah menyiapkan sayur lodeh lengkap dengan sambal dan ikan asin. Wuihhh… sedap… ayo makan. Untuk urusan sambal Bik Ipah jagonya… pedas abis, tapi nikmat dan ngangenin. Selesai urusan perut Dito segera menyambar tasnya lalu bergegas ke kantor. Sip… lah cuaca cerah, walau masih ada sedikit mendung bergelanyut di ufuk barat. Ditto segera memacu motornya menuju tempat kerjanya. Wah… lha kok mulai gerimi...

Tarikh Tasyri' Periode Nabi

Tasyri’ periode Makkah, cenderung fokus pada proses penanaman tata nilai tauhid, seperti iman kepada Allah, rasul-Nya, hari kiamat, dan perintah untuk berakhlak mulia, kebersamaan, menepati janji dan menjauhi kerusakan akhlak, seperti: zina, pembunuhan dan penipuan. Mengapa demikian ? Karena kondisi sosial-budaya masyarakat Arab dalam kondisi terrendah. Sedangkan Tasyri’ periode Madinah dikenal dengan perode penataan dan pembentukan hukum Islam. Di sini Islam lebih diterima dan tidak hanya menjadi komunitas agama, namun juga sosial-politik. Ayat-ayat Al-Qur’an turun bukan hanya tentang ketahuidan, tetapi banyak tentang hubungan antar manusia (muamalah), hukum personal (ahwal asy-syahsiyyah), dan tata sosial-politik. Sumber hukum yang digunakan adalah al-Qur’an, as-Sunnah, Ijtihad Rasul, dan Ijtihad Sahabat. Pada masa ini semua persoalan agama masih bisa ditemukan jawabannya, dan tidak menimbulkan perpecahan. Jika pun ada perbedaan pendapat, hal tersebut tidak pernah lep...