Langsung ke konten utama

Uang Untuk Operasi Istriku

Uang Untuk Operasi Istriku Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“Maaf mas, Tapi saat ini saya masih belum bisa bantu, Bukanya saya tak memiliki uang, tapi uang yang saya punya juga sedang saya butuhkan untuk biaya sekolah anak saya mas, belum lagi saya juga harus membayar cicilan mobil.” Jawab Agus
“Tolonglah aku gus!, Pinjamilah aku uang aku bersumpah akan mengebalikannya padamu.” pinta Gunawan pada temanya itu.
“Tapi maaf mas, Keluarga saya juga sedang butuh uang” ucap Agus pada Gunawan.
“Ya sudahlah gus, kalau begitu aku pamit pulang dulu”. ucap Gunawan sambil bersiap untuk berdiri untuk meninggalkan rumah Agus.

Gunawan pun akhirnya kembali pulang ke rumahnya sembari diliputi rasa resah, pikiranya saat ini hanya tertuju pada istrinya yang sedang terbaring kritis di rumah sakit dan saat ini sedang membutuhkan uang untuk biaya operasi tumor ganas yang istrinya derita, hatinya bingung, seluruh hartanya sudah habis ia jual untuk membiayai penggobatan istrinya, kini hanya tinggal rumahnya saja yang belum ia jual. Kalau tak salah rumah Agus adalah rumah yang ke 13 yang sudah Gunawan singahi untuk mencari pinjaman uang, tapi sayang dari ke 13 rumah itu tak sepeser rupiah pun yang berhasil pinjam, tapi kemudian Gunawan tiba-tiba teringat pada seorang sahabatnya sewaktu duduk di bangku SMA dulu yang kini kabarnya saha
... baca selengkapnya di Uang Untuk Operasi Istriku Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tarikh Tasyri' Periode Nabi

Tasyri’ periode Makkah, cenderung fokus pada proses penanaman tata nilai tauhid, seperti iman kepada Allah, rasul-Nya, hari kiamat, dan perintah untuk berakhlak mulia, kebersamaan, menepati janji dan menjauhi kerusakan akhlak, seperti: zina, pembunuhan dan penipuan. Mengapa demikian ? Karena kondisi sosial-budaya masyarakat Arab dalam kondisi terrendah. Sedangkan Tasyri’ periode Madinah dikenal dengan perode penataan dan pembentukan hukum Islam. Di sini Islam lebih diterima dan tidak hanya menjadi komunitas agama, namun juga sosial-politik. Ayat-ayat Al-Qur’an turun bukan hanya tentang ketahuidan, tetapi banyak tentang hubungan antar manusia (muamalah), hukum personal (ahwal asy-syahsiyyah), dan tata sosial-politik. Sumber hukum yang digunakan adalah al-Qur’an, as-Sunnah, Ijtihad Rasul, dan Ijtihad Sahabat. Pada masa ini semua persoalan agama masih bisa ditemukan jawabannya, dan tidak menimbulkan perpecahan. Jika pun ada perbedaan pendapat, hal tersebut tidak pernah lep...

Perbincangan Iblis

Di pojok sebuah pub, remang-remang, musik dengan ritme yang monoton membuat jantung ikut berdegup kencang, terlihat lima sekawan iblis sedang duduk ngobrol. Rupanya mereka baru saja membujuk seorang anak muda yang masih ingusan untuk pertama kalinya masuk sebuah pub. ?Hehe, hik!? si Iblis Teler yang sedang mabuk mulai membuka perbincangan seru, ?..aku, hik!, ..pengen tahu .. hik.. apa saja yang kalian lakukan untuk menjerat manu..hik..sia agar jauh dari TUHAN, hik!? ?Idih, gampang aja deng..? jawab si Iblis Bencong sambil mengelus-elus tanduknya yang baru saja dikeriting di salon, ?..langsung aja gua suruh doi buat bikin dosa!? ?Caranya?? si Iblis Bloon penasaran. ? Ya, langsung aja aku bujuk biar ngebo?ong, nyuri, bahkan ngebunuh, wei ce!? ?Hehe? zaman sekarang manusia emang gampang dibo?ongin..? Sahut Iblis Gembrot dengan suaranya yang berat, sekitar 130 kilo beratnya, ?..kalo cara saya ialah gua bikin hati manusia penuh kekecewaan, kepahitan, benci sama temannya, ortunya ata...

Bodoh

Sebuah cerita menelusup masuk ke BBM (Blackberry Mesenger) saya. Cerita lama yang berulang kali saya peroleh dari sejumlah kawan. Namun, ini kali ingin saya olah menjadi tulisan. Disebutkan, seorang pria Tionghoa pergi ke suatu bank di New York City dan berniat untuk meminjam uang sebesar US$ 5.000. Uang itu akan digunakan untuk perjalanan bisnis ke China selama dua minggu. Bankir yang melayani pria tersebut mengatakan bahwa bank membutuhkan suatu jaminan untuk pinjaman tersebut. Pria Tionghoa itu setuju. Ia menawarkan mobil Ferrari baru yang diparkir di depan bank sebagai jaminan atas pinjamannya. Bankir setuju menggunakannya sebagai jaminan. Setelah pria Tionghoa tersebut pergi, sang bankir dan pegawai-pegawai bank tersebut menertawainya. Mereka menganggap pria Tionghoa itu bodoh. Siapa yang tidak bodoh, jika menggunakan mobil Ferrari baru seharga US$ 250.000 sebagai jaminan terhadap pinjaman sebesar US$ 5.000 saja. Seorang petugas kemudian memarkir mobil Ferrari tersebut ke dal...